GuidePedia

0

HAND TOOLS

Dalam bengkel otomotif ataupun bengkel kerja bangku dikenal ada dua jenis alat bantu kerja yaitu alat  tangan dan  alat  bertenaga (Hand tools  and  Power tools). Kedua  jenis  alat  tersebut dibedakan atas tenaga penggeraknya, alat tangan berarti alat yang dalam penggunaannya hanya mengandalkan tenaga manusia, sedangan power tools  untuk  menggerakkannya menggunakan tenaga bantu dari mesin, misalnya mesin gerinda untuk dapat berputar batu gerindanya harus di putarkan oleh motor listrik.



Jenis peralatan tangan (Hand Tools) dibagi menjadi dua, yaitu: peralatan tangan di bengkel otomotif dan peralatan kerja bangku.

A. PERALATAN TANGAN DI BENGKEL OTOMOTIF
Ada beberapa jenis peralatan tangan yang digunakan di bengkel otomotif, antara lain sebagai berikut:
1) Kunci (Spanner)
Kunci dalam arti peralatan perbengkelan memiliki fungsi untuk membuka dan mengencangkan (mengunci) sebuah baut terhadap murnya atau sebaliknya. Sebutan mur/baut dalam hal ini adalah berdasarkan tinjauan bentuk kepala, bukan bentuk ulirnya. 
Kepala baut dimaksud dapat berbentuk segi enam, atau segi empat, sedangkan bentuk lain adalah berbentuk lubang persegi, atau bintang di tengah kepala baut,  tetapi tidak tirus kearah dalam.  Untuk kunci yang digunakan membuka baut dengan lubang ditengah kepala baut, penamaannya tergantung juga bentuk bentuk gagangnya. Jika  diaplikasikan dengan gagang seperti obeng maka sering juga disebut obeng.
Ada dua jenis pengencangan mur dan baut, yaitu pengencangan mur dan baut yang searah jarum jam untuk mur dan baut berulir kanan, serta pengencangan mur dan baut yang berlawanan arah dengan jarum jam untuk mur dan baut berulir kiri. Kebanyakan mur dan baut dikencangkan searah jarum jam, sedangkan untuk mur dan baut yang dikencangkan berlawanan arah jarum jam hanya pada komponen tertentu.

Berbagai jenis kunci yang digunakan dalam pekerjaan otomotif, antara lain sebagai berikut:
a) Kunci Pas (Open End Spanner)
Kunci pas dibuat dari bahan baja tensil tinggi yaitu logam paduan Chrome Vanadium, kunci ini mempunyai tangkai (shank) dengan kepala di masing-masing ujung yang membuat sudut 15 terhadap tangkainya. Pada disain khusus terdapat kunci pas dengan arah rahang 90 dari tangkainya.
Digunakan untuk melepas baut atau mur yang sudah dikendorkan dengan kunci socket atau ring. Kunci pas dapat melepas baut dengan cepat. 
Kunci pas tidak boleh untuk mengencangkan atau mengendorkan baut yang belum kendor, karena dapat merusak kepala baut/mur, mengingat bidang sentuhnya hanya sedikit. Umumnya ukuran kepala berbeda antar sisi misalnya 9 mm dan 10 mm.
Gambar 1. Kunci Pas
1) Penggunaan Kunci Pas
(a) Pilihlah kunci pas yang ukurannya sesuai.
(b) Pasanglah kunci pasnya sedemikian rupa sehingga rahang-rahangnya sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut, rahang-rahang tersebut harus sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut agar kunci pasnya tidak selip/terlepas.
(c) Tariklah kunci pas ke arah anda untuk mengencangkan atau mengendorkan mur atau baut pada posisi sudah dikendorkan dengan kunci socket atau ring.
Gambar 2. Pemasangan yang benar
Gambar 3. Pemasangan yang tidak benar
2) Keamanan
(a) Jangan menggunakan kunci yang rahang-rahangnya retak, rusak, aus atau bundar, karena kunci pas tersebut dapat selip dan melukai anda.
(b) Jangan menggunakan kunci yang kotor, kunci pas tersebut dapat terlepas dari genggaman anda.
3) Pemeliharaan
(a) Jagalah agar kunci tetap bersih dengan melapnya dengan kain bersih.
(b) Simpanlah kunci tersebut di kotak alat, lemari atau gantungan dinding.
(c) Periksalah kunci tersebut secara teratur untuk melihat bila telah aus. Buanglah kunci yang telah aus atau rusak.
b) Kunci Ring (Offset Ring Spanner)
Sudut offset yang lazim adalah 45o, namun tidak selalu demikian. Sudut ini memungkinkan spanner dapat terpasang tepat pada mur/baut, dengan posisi yang sulit dan jika menggunakan spanner yang jenisnya lebih pipih akan terjadi kurangnya ruang antara yang cukup.
Ujung persegi menutupi sudut mur/baut sepenuhnya, kemungkinan wrench untuk tergelincir sangat kecil. Ketika membuka bolt pada ruang terbatas, wrench dapat diangkat dan dimasukkan kembali.
Jangan menggunakan extension pada wrench untuk meningkatkan torque. Wrench tidak didesain untuk diberi extension karena tidak akan tahan dan dapat slip atau mengalami kerusakan yang dapat berakibat cidera.
Gambar 4. Kunci Ring
1) Penggunaan Kunci Ring
(a) Pilihlah kunci ring yang ukurannya sesuai.
(b) Pasanglah kunci ringnya sedemikian rupa sehingga rahang-rahangnya sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut, rahang-rahang tersebut harus sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut agar kunci ringnya tidak selip/terlepas.
(c) Tariklah kunci ring ke arah anda untuk mengencangkan atau mengendorkan mur atau baut.
2) Keselamatan
(a) Jangan menggunakan kunci yang kotor, karena kunci tersebut dapat selip dari genggaman anda.
(b) Jangan menggunakan kunci ring bila ring/cincin-cincinnya retak atau aus dan gerigi dalamnya membundar, kunci ring tersebut dapat selip dan dapat menyebabkan luka.
3) Pemeliharaan
(a) Jaga agar kunci tersebut tetap bersih, laplah dengan kain bersih.
(b) Periksa kunci-kunci tersebut secara teratur bila aus atau rusak.
(c) Simpanlah kunci dalam kotak alat, lemari atau gantungan dinding.
c) Kunci Pas – Ring (Combinatin Spanner)
Dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur terutama pada bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh kunci socket. Kunci pas-ring cukup praktis, karena bagian ring, dapat untuk mengencangkan/mengendorkan sedangkan bagian pasnya bisa untuk melepas dengan cepat.
Hati-hati mengencangkan baut/mur ukuran kecil, karena dapat menyebabkan baut patah.
Gambar 5. Kunci pas ring (comination wrench)

d) Kunci Nipel (Flare Nut Spanner)
Spanner ini digunakan untuk mengencangkan/melepas baut pada sambungan-sambungan pipa yang serupa dengan sambungan-sambungan yang digunakan pada injector line atau pipa rem.
Gambar 6. Kunci Nipel (Flare Nut Spanner)

Ferrule nut wrench/flare nut spanner memiliki bentuk yang serupa dengan standard box end wrench, hanya slot di bagian ujung dan jaw yang berbeda. Bagian-bagian ujung wrench berbentuk miring 15 derajat dari shank dan ukurannya ditandai di bagian tengah shank.
Wrench jenis ini dirancang untuk melonggarkan atau mengencangkan ferrule nut pada fuel line dan tidak boleh digunakan untuk tujuan umum atau aplikasi dengan torque tinggi. JANGAN menggunakan extension atau memukul dengan hammer untuk melipatgandakan kekuatan.
Ferrule nut wrencah/flare nut spanner  tidak dirancang untuk penggunaan seperti di atas dan dapat terlempar dari  fastener  atau patah, yang dapat menyebabkan cidera.  Wrench  dalam penggunaannya harus ditarik, hindari mendorong atau menekan. Jika harus ditekan, tekan dengan tangan terbuka.

e) Engkol Percepatan  (Speed Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan dengan cepat baut atau mur yang sudah kendor. Dibutuhkan ruang yang cukup untuk dapat mengaplikasikan alat ini.
Gambar 7. Engkol Percepatan (speed brace)

f) Ratchet
Ratchet adalah kelengkapan kunci socket yang digunakan untuk melepas/memasang baut yang dalam keadaan longgar, tanpa harus melepaskan kunci sock dari kepala baut atau mur. 
Selama proses melepas atau memasang cukup dengan cara menarik dan mendorong batang ratchetnya. Untuk mengubah arah putaran kunci sock, cukup dengan memutar kunci pembalik.
Gambar 8. Ratchet

Ratchet handle dan head dibuat dari besi tempa dengan drive pada salah satu sisi dan tuas pemutar yang memiliki pengatur arah putaran pada head. Standard rachet terdiri dari ukuran dan bentuk yang berbeda-beda untuk penggunaan yang berbeda-beda pula, terdiri dari swivel head, long handle, short handle, dan bent handle swivel head. Ratchet dipasang dengan drive socket untuk melepas dan memasang komponen pengikat di semua penggunaan yang cukup ruang. Yakinkan socket terpasang dengan baik ke ratchet lug. Jangan pergunakan extension pada ratchet atau memukul dengan hammer karena dapat menyebabkan kerusakan tool atau cidera. Selalu menarik ratchet, jangan didorong.

g) Batang Geser T (Sliding ’T’ Bar)
Sebuah ‘T’ Bar digunakan untuk mengendorkan sebuah mur atau baut yang sangat kencang. Alat ini menggunakan dua pegangan yang digunakan untuk memberikan tekanan pada arah yang berlawanan
Gambar 9. Batang Geser T (Sliding ’T’ Bar)

h) Batang Universal (Breaker Bar)
Alat ini gagangnya bisa disambung dengan berbagai jenis penyambung untuk mengendorkan baut-baut yang sangat kuat misalnya baut kepala silinder
Gambar 10. Batang breaker (breaker bar)

i) Batang Perpanjangan Sock (Socket Extension Bar)
Alat ini digunakan bersama dengan ratchet atau Alat yang sama untuk menjangkau mur atau baut yang tidak terjangkau oleh spanner.
Gambar 11. Perpanjangan kunci sock (Socket Extension Bar)

Pastikan extension sejajar dengan head nut atau head bolt dan socket terpasang dengan aman serta tidak berada dalam posisi miring pada suatu sudut. Jika tidak maka extension dapat tergelincir sehingga menimbulkan kerusakan pada tool atau kemungkinan cidera. Berhati-hatilah ketika bekerja di dalam tempat yang tertutup di sekitar sambungan listrik misalnya pada starter atau battery.

j) Sambunga Sock Universal (Universal Socket Joint Wrench)
Sambungan sock universal digunakan untuk melepas atau memasang baut/mur pada posisi-posisi yang menyudul dan tidak terjangkau dengan batang perpanjangan saja.
Gambar 12. Sambungan Sock Universal

Universal joint terdiri dari internal drive socket member, external lug member dan pivot block  di bagian tengah. Yoke dipasang pada pivot block dan memberikan kedua pivot point yang memungkinkan sambungan dibengkokkan. Universal joint dapat digunakan dalam aplikasi apa pun dimana ratchet atau extension harus berada pada suatu sudut dengan socket.
Tool ini khusus digunakan untuk menjangkau area yang sulit. Yakinkan socket betul-betul pas dengan nut atau bolt, jika tidak maka dapat terjadi slip sehingga tool menjadi rusak dan beresiko timbulnya kecelakaan. Jangan pernah menggunakan standard atau power universal joint dengan impact wrench. Universal joint lebih keras dan lebih rapuh dibanding impact universal joint dan akan rusak atau pecah saat digunakan.

k) Socket segi enam (Single Hexagonal)
Alat ini berdinding sangat tebal dan karena itu sangat kuat. Alat ini sangat cocok untuk digunakan dengan impact gun. Kunci sock secara umum memiliki bidang sentuh pada seluruh bagian kepala baut/mur dan lebih luas dibandingkan dengan kunci ring, sehingga kemungkinan merusak kepala baut sangat kecil. Oleh karena itu dalam pengencangan yang extra disarankan menggunakan kunci sock terutama yang segi enam.
Gambar 13. Sock segi enam (Single Hexagonal)

l) Kunci sock segi enam ganda (Double Hex Socket)
Alat ini berdinding tipis dan dibuat untuk digunakan dengan alat penggerak yang dioperasikan dengan tangan. Alat ini sangat serbaguna karena cocok dipakai pada mur atau baut dalam 12 posisi yang berbeda-beda.
Gambar 14. Sock segi enam ganda (Double Hexagonal Socket)

m) Kunci Sock Bintang (Star Socket)
Sekilas kunci ini mirip kunci sock segi enam ganda, namun berbeda jenis kepala baut yang dapat dibuka dengan kunci ini. Penggunaanya dan kelengkapan lainnya sama dengan kunci sock biasa.
Gambar 15. Kunci Sock Bintang (Star Socket)

n) Kunci Busi (Spark Plug Socket)
Kunci busi adalah suatu perkakas yang diperlukan guna membantu dalam tugas pemasangan dan pelepasan busi pada kendaraan bermesin bensin. Alat ini dibuat dengan bermacam-macam ukuran agar cocok dengan semua busi.
Gambar 16. Kunci busi (Spark Plug Socket)

o) Kunci Roda (Wheel Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang kembali pelak(lug) atau mur (nut) pada roda. Alat ini biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung socket dengan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini membuat sebuah wheel brace cocok untuk berbagai penggunaan pada kendaraan.
Gambar 17. Kunci roda (Wheel Brace)

p) Kunci Allen (Allens Keys)
Kunci allen, disebut juga kunci inbus dibuat dari baja heksagonal high tensile, seringkali dibengkokkan dengan sudut yang tepat dan berbentuk huruf ”L” dan ada yang berbentuk huruf ”T”. Ada juga kunci allen yang dioperasikan seperti kunci sock. Allen key digunalan untuk melepaskan dan mengganti mur/sekrup dengan tengah kepala berbentuk segi enam (Allen headed cap).
Gambar 18. Kunci Allen

q) Kunci “T”
Kunci T atau dikenal juga dengan shock T handle, merupakan perkakas yang memudahkan dalam membongkar baut. Penggunaan kunci T juga dapat menekan risiko baut slek, sebab konfigurasinya lebih mampu meng-cover seluruh kepala baut.
Gambar 19. Kunci “T”

r) Kunci Inggris (Adjustable / Shifing Spanner)
Alat ini hanya digunakan bila spanner atau socket yang tepat untuk pekerjaan tersebut tidak tersedia.
Wrench ini memiliki head dengan salah satu jaw tetap dan jaw yang lainnya bisa disetel. Head memiliki sudut 22.50 terhadap shank atau handle. Adjustment screw yang di-knurling berguna untuk menggerakkan adjustable jaw dan berada ditengah-tengah head.
Adjustable wrench  secara umum dipergunakan pada  bolt  atau  nut ukuran tertentu  (special)  atau hanya ketika  open end, box end  atau combination wrench  tidak tersedia. Meskipun  adjustable wrench  dapat dipergunakan pada macam-macam ukuran, namun tidak dapat mencengkeram  nut  atau  bolt  seaman standard wrench  dan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk slip dan merusak fastener.
Wrench ini tidak dirancang untuk pekerjaan service yang berat dan tidak boleh digunakan di tempat yang memerlukan tenaga yang kuat. Selalu kencangkan jaw dengan aman pada fastener sebelum menggunakan wrench.
Pastikan adjustable jaw menghadap ke si pemakai tool ketika menarik wrench. Hal ini akan menempatkan tenaga yang lebih besar pada stationary jaw dan membantu mempertahankan cengkeraman yang kuat pada fastener.
HINDARI MENDORONG adjustable wrench, memukulnya dengan hammer, atau menggunakan extension.
Gambar 20. Kunci Inggris

2) Obeng (Screwdriver)
Fungsi obeng adalah  untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Yakni untuk membuka atau mengencangkan sekrup.  
Secara umum orang mengenal  hanya ada dua jenis  obeng yaitu obeng  plus  (Philips screwdriver)  dan  obeng  minus (Slotte Screwdriver). Namun faktanya, jenis obeng bukan hanya bentuk plus atau minus karena masih banyak obeng yang dirancang untuk beragam kebutuhan.
Gambar 21. Obeng Plus

Gambar 22. Obeng Minus

Gambar 23. Macam-macam kepala obeng

Berbagai jenis obeng yang digunakan dalam pekerjaan otomotif, antara lain sebagai berikut:
a) Obeng ketok (Impact driver)
Obeng ketok digunakan untuk mengencangkan atau melepas sekrup dengan kekencangan yang lebih. Diaplikasikan dengan cara memutar gagang obeng kearah mengencangkan atau mengendorkan kemudian menahan dengan tetap menekan, selanjutnya ujung gagang obeng dipukul dengan palu. Mata obeng dapat diganti-ganti sesuai ukuran yang pas dengan kepala sekrup.
Gambar 24. Obeng ketok

b) Obeng Slotted(Obeng Minus) dan Obeng Philips(Obeng Plus)
Penggunaan Obeng Slotted(Obeng Minus)
  • Pilihlah obeng dengan ukuran yang sesuai dengan skrupnya.
  • Tahan mata obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya pada celah dengan tangan lainnya. Peganglah obeng pada posisi tegak lurus dengan skrup.
  • Putarlah obeng kuat dan mantap untuk melepaskan/memasang skrup.
Gambar 25. Cara Memegang Obeng

Penggunaan Obeng Phillips
  • Bersihkan setiap debu yang mungkin terdapat pada recess dengan sebatang kawat bila memungkinkan.
  • Pilihlah obeng yang memungkinkan ujungnya pas sepenuhnya pada recess.
  • Tahan batang obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya dengan tangan lainnya.
  • Peganglah obeng tegak lurus ke skrup untuk mencegah recessnya rusak. Berikan tekanan yang lebih besar bila menggunakan obeng standard.
Gambar 26. Penggunaan Obeng

Keamanan (Obeng Phillips dan Obeng Slotted)
  1. Hanya gunakan obeng dengan mata pisaunya yang sesuai ukurannya dengan celah skrup.
  2. Jangan gunakan obeng yang gagangnya belah, atau mata pisaunya tumpul atau rusak.
  3. Jauhkan tangan anda dari mata pisaunya bila menggunakan obeng.
  4. Jangan pernah menggunakan obeng sebagai palu, pahat atau pengungkit.
  5. Jangan gunakan obeng yang pegangannya atau mata pisaunya terlumuri gemuk atau oli.
Pemeliharaan Obeng Slotted dan Obeng Philips
  1. Jagalah agar obeng tetap bersih, gunakan lap untuk membersihkan oli atau gemuk dari pegangannya atau mata pisaunya.
  2. Buanglah obeng yang pegangannya patah atau ujungnya rusak.
  3. Simpanlah obeng di dalam lemari, kotak alat atau gantungan dinding.
3) Tang
a) Tang Kombinasi (Combination Plier)
Ini merupakan tang yang paling sering/fleksibel digunakan.Rahang-rahangnya mempunyai cengkeraman yang datar, sebuah cengkeraman berbentuk pipa, sebuah sisi pemotong dan dua pemotong yang disatukan. Digunakan  untuk  memuntir  dan  memotong  kawat, mencengkeram benda-benda kecil yang berbentuk silinder dan menekuk lempengan logam tipis.
Gambar 27. Tang Kombinasi (Combination Plier)

b) Tang Cucut (Long Nose Plier)
Rahangnya berukuran panjang dan diruncingkan dengan permukaan penggenggam yang bergerigi tajam. Alat ini digunakan dalam pekerjaan di ruangan-ruangan sempit, untuk membengkokkan dan membentukkabel atau lembaran besi lunak.
Gambar 28. Tang cucut (Long Nose Plier)

c) Tang Potong (Side Cutting Plier)
Rahang pemotongnya disusun membentuk sudut dengan gagangnya.Digunakan untuk mencabut, memotong dan merentangkan penjepit yang patah.
Gambar 29. Tang potong (Side Cutting Pliers)

d) Tang Sirklip Dalam (Internal Circlip Pliers)
Alat ini digunakan untuk melepaskan atau memasang internal circlip yang digunakan untuk menahan beberapa gudgeon pin di dalam piston.
Gambar 30. Tang Sirlip Dalam (Internal Circlip Pliers)

Retaining ring plier tidak memiliki jaw teeth atau gripping flat yang umum terdapat pada kebanyakan plier. Plier jenis ini memiliki jaw tipis yang meruncing sampai ke ujung dan di setiap jaw pada bagian ujung tersebut terdapat bentuk bundaran kecil. Bagian-bagian ujung ini dapat masuk dengan pas pada lubang-lubang dalam retaining ring untuk mengembangkan atau menyusutkannya.

Kebanyakan retaining plier mempunyai tip yang permanen, tetapi ada juga tip yang dapat ditukar-tukar untuk berbagai ukuran sehingga memungkinkan penggunaan retaining plier dalam berbagai ukuran. Kebanyakan tipe retaining plier terbuat dari baja tempa tipis yang dihubungkan oleh pivot pin, tetapi dapat juga ditemukan tipe lain dengan feature tambahan dan bentuk yang berbeda. Retaining plier juga digunakan untuk membuka dan memasang internal dan eksternal retaining ring dan tidak ada penggunaan umum lainnya.

Jangan pernah menggunakan retaining ring plier pada aplikasi lain yang mana tool ini tidak didesain untuk itu, seperti gripping, prying, dll. Yakinkan untuk menggunakan ukuran plier yang benar. Penggunaan yang ukurannya tidak sesuai akan mengakibatkan ring lepas dan terlempar sehingga mengakibatkan cidera, ataupun kerusakan pada plier itu sendiri. Jangan gunakan plier yang bengkok atau tip yang rusak, ataupun jaw yang terlalu longgar.

e) Tang Sirklip Luar (External Circlip Pliers)
Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang external circlip seperti yang akan digunakan untuk menahan bearing pada shaft. Alat ini mempunyai gerakan ganda, sehingga pada saat tangan Anda menutup, jaw terbuka.
Gambar 31. Tang cirlip luar (external Circlip Pliers)

f) Tang Sambungan Slip (Slip Joint Pliers)
Salah satu pegangannya mempunyai lubang yang kecil dan pegangan lainnya mempunyai lubang pin yang bias digeser (pivot pin). Alat ini dapat digunakan untuk mencengkeram komponen-komponen kecil atau bisa diperbesar untuk mencengkeram komponen-komponen yang lebih besar.
Gambar 32. Tang Sambungan Slip (Slip Joint Pliers)

g) Tang Air (Interlocking joint plier/Multi Grip)
Multi grip pliers mempunyai kelebihan yang sama seperti slip joint pliers namun dengan pemilihan ukuran jepitan yang lebih besar. Alat ini akan menjepit benda bundar atau bengkok dengan sangat kuat. Interlocking joint plier terdiri dari tiga bagian utama: stationary jaw, adjustable jaw dan pivot pin serta nut. Stationary jaw memiliki lima slot melengkung yang pas dengan curved teeth pada adjustable jaw. Jaw berada pada sudut 450 dengan handle untuk memberikan cengkeraman tambahan pada benda kerja ketika daya diaplikasikan untuk memutar bidang yang dikerjakan.
Gambar 33. Tang air (Multi Grip)

Handle berukuran lebih panjang dibandingkan handle pada slip joint atau needle nose plier  untuk memberikan daya cengkeram yang lebih besar. Ukuran panjang 250 mm adalah yang paling umum dan dapat digunakan pada fastener dengan diameter hingga 1½”.
Ukuran kecilnya juga sering ditemukan dan digunakan untuk servicing distributor dan pekerjaan-pekerjaan elektrik yang lain. Tidak seperti vice grip yang hanya berfungsi sebagai wrench pemegang, interlocking joint plier dapat juga digunakan untuk memutar fastener atau pipa karena memiliki gigi-gigi yang memberikan cengkeraman yang cukup, dan pengaturan memungkinkan jaw tetap sejajar. Plier ini dapat digunakan pada nut, bolt, fitting, pipa-pipa dan plat logam.

Tool ini cocok untuk membengkokkan kabel, melepas dan memasang clip dan spring, dan cramping sambungan listrik. Untuk pemakaian pada fastener, pastikan bahwa kedua jaw sejajar dan bersentuhan dengan rata pada sisi-sisi nut atau bolt. Gunakan selalu gaya tarik pada adjustable handle agar gigi plier menggigit ke dalam fastener saat diputar. Penerapan arah gaya yang salah akan menyebabkan plier slip dari fastener, menyebabkan cidera dan gigi-gigi plier jadi tumpul. Periksa terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mencegah terlepasnya cengkraman jaw secara tiba-tiba saat dilakukan pemberian gaya.

h) Tang Buaya (Vice Grip atau Locking Pliers)
Alat ini biasanya digunakan sebagai sekrup bangku (vice) portabel berukuran kecil untuk menahan komponen yang dilas, diruncingkan, dibor atau dipotong.
Gambar 34. Tang buaya (Vice Grip)

Vice grip yang paling umum berukuran 250 mm, tetapi tersedia juga ukuran dan bentuk jaw yang berbeda. Jaw untuk multi grip yang berukuran 250 mm lebih panjang 25 mm dari pipe wrench atau slip joint plier dan mempunyai gripping teeth. Knurled adjusting screw terdapat di bagian ujung stationary handle dan release lever terdapat pada adjustable handle.

Jaw  yang bergerak dihubungkan dengan  stationary jaw  dengan  pivot pin  yang dibuka dan ditutup oleh adjustable jaw,  yang terdapat pada pivot pin lainnya. Vice grip adalah tool pengunci yang dapat digunakan untuk menahan  nut, bolt, pipe fitting, plat besi. Jaw tidak selalu sejajar satu sama lain pada saat bukaan  jaw semakin lebar. Pada saat digunakan untuk  fastener,  harus selalu memperhatikan ukuran  vice grip untuk mencegah slip atau kemungkinan rusak.

Untuk fastener seperti nut dan head bolt, harus digunakan vice grip dengan jaw lurus. Untuk pipa atau benda-benda bundar, harus digunakan vice grip dengan jaw melengkung. Pilihlah selalu ukuran vice grip yang memungkinkan jaw agar sedapat mungkin berada dalam posisi sejajar ketika menjepit fastener. Gunakan vice grip sebagai tool penahan saja, bukan sebagai wrench.
Teeth tidak dimiringkan seperti pada pipe wrench dan cenderung kehilangan cengkeraman pada saat vice grip diputar. Pastikan bahwa vice grip terpasang dengan benar dan aman pada nut atau head bolt serta tidak berada dalam posisi miring pada suatu sudut.

Bentuk geriginya tidak seperti pada pipe wrench  dan cenderung lepas genggamannya pada saat  vice grip diputar. Pastikan  vice grip  terpasang dengan baik dan aman pada nut  atau bolt  serta tidak longgar. Jangan pernah memukulnya dengan  hammer atau menggunakan extension, karena hal ini dapat membuat penguncinya terbuka dan terlepas dari objek, mengakibatkan  tool  rusak atau cidera. Jika perlu, genggam kedua pegangannya untuk mengurangi kemungkinan penguncinya terlepas.

4) Palu
a) Palu Konde (Ball Peen Hammer)
Alat ini mempunyai bola di salah satu ujung dan permukaan yang rata pada ujung lainnya. Alat ini digunakan untuk membulatkan paku keling ( rivet ), membentuk logam, memukul dan pahat serta fungsi-fungsi lainnya yang sejenis.
Gambar 35. Palu konde (Ball Peen Hammer)

b) Palu Kuningan (Brass Hammer)
Alat ini digunakan untuk pemukulan berkekuatan sedang dan mencegah agar tidak rusak komponen-komponen yang dipukul.
Gambar 36. Palu tembaga (Brass Hammer)
c) Plastic Hammer
Alat ini juga digunakan serupa dengan brass hammer namun ditujukan hanya untuk pemukulan ringan.
Gambar 37. Palu plastik (Plastic Hammer)

d) Palu Kulit (Rawhide Hammer)
Alat ini dibuat dengan permukaan dari kulit. Alat ini digunakan untuk memukul permukaan-permukaan benda yang sangat halus atau bahan-bahan lunak tanpa mengakibatkan kerusakan.
Gambar 38. Palu kulit (Rawhide Hammer)

e) Palu Karet (Rubber Mallet)
Bagian kepela dibuat dari karet yang keras yang membuatnya sangat cocok untuk pemakaian seperti pemasangan ban.
Gambar 39. Palu karet (Rubber Mallet)
5) Feeler Gauge
Feeler Gauge digunakan untuk mengukur celah atau kerenggangan kecil di antara dua komponen. Misalnya jarak di antara valve stem dan lengan pemutus (rocker arm) yaitu tappet atau kerenggangan katup (valve clearance). Alat ini memiliki ukuran ketebalan yang tertera pada masing-masing lembaran, sehingga untuk menggunakanya tinggal menyesaikan kebutuhan sesuai spesifikasi.
Gambar 40. Feeler Gauge
6) Skrap
Alat ini digunakan untuk melepaskan material gasket yang menempel pada komponen sebelum komponen dipasang kembali.
Gambar 41. skrap (Gasket Scraper)

Penggunaan Scraper
  1. Scraper dipegang oleh satu tangan, sementara tangan lainnya memberi  tekanan tambahan  dan menopang.
  2. Peganglah scraper pada sudut 45 sampai 60 derajat.
  3. Peganglah scraper dan tekan mata pisaunya.
Keamanan
  1. Gunakan pengerik dengan hati-hati, mata pisaunya tajam dan dapat melukai anda.
  2. Pakailah pelindung mata pada waktu menggunakan pengerik.
  3. Jangan pernah menaruh pengerik di sakumu.
Pemeliharaan
  1. Jagalah pengerik tetap bersih, bersihkan residu dari mata pisaunya.
  2. Simpanlah pengerik pada tempat yang aman seperti di lemari atau gantungan dinding.

B. PERALATAN KERJA BANGKU

Kerja bangku merupakan pembuatan benda kerja dengan peralatan tangan dan dilakukan di atas bangku kerja. Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam melaksanakan kerja bangku, antara lain sebagai berikut:
1) Kikir
Digunakan untuk meratakan/menghaluskan permukaan benda kerja.
a) Kikir Rata Dua Sisi (Flat Double Cut File)
Jenis yang paling umum disebut file bustard yang ideal untuk pemotongan yang cepat.
Gambar 43. Kikir rata dua sisi  (Flat Double Cut File)

b) Kikir Rata Tunggal (Single Cut Mill File)
Alat ini digunakan untuk menyelesaikan permukaan pipih secara baik.
Gambar 44. Kikir rata tunggal (Single Cut Mill File)

c) Kikir Bulat (Round File) 
Alat ini seringkali dinamakan rat-tail dan mempunyai single cut tooth pattern. Alat ini umumnya digunakan untuk memperbesar lubang-lubang atau permukaan file bercekung kecil.
Gambar 45. Kikir bulat (Round File)
2) Penggores (Scriber)
Penggores adalah alat tangan yang digunakan dalam pengerjaan logam untuk menandai garis pada benda kerja, seperti kayu atau logam yang akan dipotong. Proses menggunakan penggores hanya untuk menandai titik untuk selanjutnya dikerjakan oleh mesin. Hal ini digunakan untuk mengganti pensil atau tinta garis, karena tanda sulit dilihat, mudah dihapus, dan tidak akurat dengan garis yang tipis dan semi permanen. Penggores (Scriber) terbuat dari baja cor yang telah mengeras yang diasah dengan sudut 30 derajat atau 40 derajat.
Gambar 46. Penggores (Scriber)
3) Penitik (Centre Punch)
Ujungnya diruncingkan. Alat ini digunakan dengan hammer untuk membuat titik tanda pada sepotong baja sebelum menggunakan sebuah bor. Titik tanda tersebut mencegah bor agar tidak menyimpang dari posisi lubang yang diinginkan.
Gambar 47. Penitik (Centre Punch)
4) Sikat Kawat (Wire Brush)
Bulu-bulu sikat (bristle) biasanya adalah baja dengan high tensile. Alat ini cocok untuk menghilangkan karbon, bahan gasket yang lama dan kotoran atau karat dari permukaan-permukaan logam.
Gambar 48. Sikat Kawat (Wire Brush)
5) Ragum (Vice)
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, digergaji, di tap, di sney, dan lain lain. Dengan memutar tangkai (handle) ragum, maka mulut ragum akan menjepit atau membuka /melepas benda kerja yang sedang dikerjakan. Bibir mulut ragum harus dijaga jangan sampai rusak akibat terpahat, terkikir dan lain sebagainya. 
Memilih tinggi ragum yang sesuai Cara memilih ragum yang sesuai dengan tinggi badan anda :
  • berdiri tegak di ragum
  • tempelkan kepalan tangan pada dagu
  • sikut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan, sikut jangan sampai menyentuh bibir mulut ragum.
Gambar 49. Ragum (vice)
6) Penggaris Siku
Penggaris siku adalah sebuah alat ukur yang terdiri dari badan dan daun siku, dimana badan lebih tebal dan lebih berat jika dibanding dengan daunnya, hal ini berfungsi untuk ketepatan dan kemantapan pegangan sewaktu digunakan.
Fungsi penggaris siku hampir sama dengan busur derajat yaitu untuk:
a) Membuat garis sudut
b) Memeriksa kemiringan atau kesikuan bagian suatu benda
c) Memeriksa kerataan permukaan benda.
Gambar 50. Penggaris Siku
7) Gergaji Besi (Hacksaw)
Alat ini digunakan untuk memotong bemacam-macam logam campuran (alloy) dan baja dengan kadar karbon rendah – yaitu logam lunak.
Gambar 51. Gergaji Besi (Hacksaw)
8) Tap (Thread Tap)
Thread tap adalah Alat untuk memotong ulir agar cocok untuk baut pasangannya atau baut tanam. Alat ini dapat digunakan untuk memperbaiki mur atau Alat yang sama yang ulirnya tidak teratur (cross threaded).
Gambar 52. Tap
9) Snei (Thread Die)
Thread die digunakan untuk membuat ulir  pada sepotong besi bulat atau untuk memperbaikai ulir yang sudah rusak.
Gambar 53. Snei

C. PERAWATAN HAND TOOLS
Alat-alat perkakas tangan merupakan salah satu alat yang rentan rusak dan hilang jika kita tidak benar–benar merawat dan memperhatikannya. Perawatan dan pemeliharaan alat perkakas harus diperhatikan agar alat tetap awet dan berkualitas dalam jangka waktu yang lama.
1) Jagalah kebersihan perkakas
Agar perkakas awet, kita harus memperhatikan kebersihannya setelah pemakaian. Caranya dengan mengelapnya menggunakan kanebo basah.
2) Simpanlah perkakas pada tempatnya
Jangan meninggalkan perkakas di sembarang tempat setelah menggunakannya. Simpanlah di tempatnya kembali dalam keadaan rapi dan bersih. Jika Anda mempunyai tempat khusus untuk menaruh perkakas, taruh barang tersebut kembali di tempatnya.
3) Jangan membiarkan alat perkakas di atas mesin
Kecelakaan bisa saja terjadi kapan pun dan di mana pun. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan alat perkakas di atas mesin. Menaruh perkakas di atas mesin bisa memungkinkan terjadinya kecelakaan seperti kehancuran mesin, kerusakan perkakas, kerusakan mesin yang dapat menimbulkan kecelakaan pada Anda.
4) Gantilah perkakas yang rusak
Jangan membiarkan perkakas yang rusak disimpan, karena jika kita memakai perkakas yang tidak layak pakai, hal itu dapat menimbulkan kerusakan pada objek yang kita inginkan. Selain dapat merusak, pengguna juga dapat terluka.
5) Gunakan perkakas sesuai kebutuhannya
Penggunaan perkakas harus dimaksimalkan sesuai dengan fungsinya. Penyalah gunaan fungsi perkakas dapat memicu kerusakan dan kecelakaan. Contohnya, pilihlah kunci yang pas sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan kunci yang ukurannya pas dan sesuai kebutuhan.
Selain itu, sebaiknya kita mempunyai tempat yang khusus dan tepat untuk menyimpan alat-alat perkakas. Kita bisa menggunakan kotak penyimpanan perkakas yang dapat memberikan kemudahan pada Anda saat mencari perkakas, karena kotak penyimpanan perkakas biasanya sudah didesain dan mempunyai bagian-bagian khusus yang dirancang untuk menyimpan perkakas sesuai dengan jenis dan kegunaannya.

Posting Komentar

Cara bicara menunjukkan kepribadian, berkomentarlah dengan baik dan sopan…

 
Top