GuidePedia

0
Rem tromol (drum) menggunakan sepasang sepatu yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda, untuk menghentikan kendaraan. 
Walaupun terdapat berbagai cara pengaturan sepatu rem, jenis leading dan trailing yang paling banyak dipakai pada kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.
Rem tromol tahan lama karena adanya tempat gesekan yang lebar diantara sepatu dan tromol, tetapi penyebaran panas agak lebih sulit dibandingkan dengan rem piringan karena mekanismenya yang agak tertutup. Karena itu, rem tromol hanya dipakai pada roda-roda belakang yang tidak begitu banyak memerlukan tenaga pengereman. Berhubung kanvas sepatu rem dan tromol aus sejalan dengan pemakaian rem, periksa secara berkala perlu dilakukan, dan penggantian perlu dilakukan apabila keausan melebihi limit atau mendekati limit.

Tromol rem mungkin sulit dilepaskan karena sepatu rem mencekam bagian lengkung dari tromol bagian dalam. Karena itu kecilkan lingkaran sepatu untuk mendapatkan celah yang lebih besar, dengan cara sebagai berikut:
  1. Buka sumbat lubang service pada plat penahan
  2. Masukkan obeng melalui lubang service dan tahan tuas pawl penyetel otomatis untuk memudahkan gerakkan alat penyetel
  3. Dengan menggunakan alat penyetel rem SST, tambahkan celah antara sepatu rem dan tromol rem dengan jalan memutar roda gigi pawl pada penyetel otomatis.  
Buka tromol rem
Dengan menggunakan dua buah baut yang cocok dengan lubang service yang ada pada tromol masukkan dua baut tersebut ke dalam ulirnya untuk menarik keluar tromol rem. Jangan menekan rem setelah melepas tromol rem

Periksa pelapis sepatu rem
  1. Ukur tebal pelapis rem Jika tebal pelapis rem kurang dari minimum atau mendekati minimum, ganti sepatu rem pada kedua roda.
  2. Ukur diameter dalam tromol rem. Jika diameter lebih besar dari spesifikasi, tromol harus diganti
  3. Jika permukaan tromol yang bersinggungan dengan pelapis sepatu rem tergores dalam, tromol harus diganti.
Lepaskan pegas pembalik rem
Gunakan alat pembuka pegas pembalik sepatu rem, gunakan SST untuk melepaskan.
Periksa secara visual kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem pada silinder roda. Jika ada kebocoran atau minyak rem merembes, silinder roda harus overhoul. Mintalah petunjuk instruktur anda.

Lepaskan sepatu rem
  1. Dengan menggunakan SST yakni alat penggerak pegas penahan sepatu rem, putar pen pegas penahan sepatu 900 sementara ujung pen ditarik dengan jari.
  2. Buka pegas jangkar sepatu rem 

Lepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.
  1. Buka pegas tuas penyetel otomatis.
  2. Dengan menggunakan tang lancip, tekanlah pegas koil kabel rem tangan.
Buka washer C dan lepaskan tuas sepatu rem tangan dan penyetel otomatis dari sepatu rem. Untuk membuka washer C ungkit dengan obeng. 

Hati-hati jangan sampai shim dan washer C hilang 

Bersihkan plat penahan dan komponen-komponen yang lain menggunakan kain lap yang bersih serta bersihkan debu-debu dengan tiupan udara kompressor. 
Jangan membersihkan komponen-komponen rem dengan zat-zat yang melarutkan bagian-bagian yang terbuat dari karet (tiner, bensin, dan lain-lain). 

PEMASANGAN
Rem teromol terdiri dari beberapa bagian yang kecil dan sebagian dari bagian ini yang kiri dan kanan tidak dapat dipertukarkan. (Misalnya, arah ulir sekrup adjuster (penyetel) otomatis berbeda-beda tergantung pada sistem penyetelannya).
Walaupun salah satu bagian hilang atau salah pasang, rem tidak dapat bekerja dengan sempurna. Karena itu, apabila menangani model yang lain, selalu memperhatikan buku Pedoman Reparasai yang sesuai.

Pasang tuas sepatu rem tangan dan tuas penyetel otomatis pada sepatu rem belakang.
  1. Pasang untuk sementara washer C beserta shim, lalu ukur celahnya dengan alat pengukur ketebalan. (thickness gauge).
  2. Jika ternyata celah di luar spesifikasi, pilih shim yang sesuai agar terdapat celah yang tepat.
  3. Oleskan sedikit gemuk yang tidak mudah meleleh pada pen lalu amankan washer C dengan tang. Pakailah washer C yang baru.
  4. Periksa bahwa kedua tuas bergerak dengan bebas. Jika gerak tuas terlalu berat, penyetel otomatis tidak akan bekerja dengan sempurna atau rem tangan tidak bisa dibebaskan.  

Oleskan sedikit gemuk yang tidak meleleh karena pada plat penahan dimana sepatu rem bersinggungan dan penyetel otomatis. Gemuk tidak boleh terlalu banyak karena gemuk yang berlebihan dapat melekat pada sepatu rem

Hubungkan kabel rem tangan ke tuas sepatu rem tangan dengan menekan pegas koil kabel dengan tang lancip

Hubungkan penahan sepatu (salah satu alat rakitan otomatis) dengan tuas penyetel dan sepatu rem belakang. 

Pasang pegas tuas penyetel otomatis pada tuas penyetel dan sepatu. Hati-hati untuk tidak menyebabkan sepatu terdorong keluar.
Pasang sepatu belakang pada plat penahan. Dengan menggunakan alat penggerak pegas penahan sepatu SST, pasangkan sepatu rem beserta pegas penahan dan pennya

Pasang pegas pembalik sepatu rem pada penunjang sepatu penyetel dan masukkan penyetel (adjuster) ke penahan sepatu yang terpasang pada sepatu belakang.

Hubungkan sepatu depan dan belakang dengan pegas jangkar sepatu dan pasang sepatu depan pada plat penahan.

Dengan menggunakan SST, yakni alat penggerak penahan sepatu, pasang sepatu beserta pegas penahan sepatu, dan penahannya.

Kaitkan pegas pembalik sepatu depan dan belakang menggunakan SST, alat khusus untuk membalik sepatu rem. Perhatikan bahwa sepatu rem dan rakitan penyetel otomatis terpasang dengan sempurna.

Periksa dari penyetel otomatis. Dengan menggunakan obeng, gerakkan tuas sepatu rem tangan beberapa kali dan periksa bahwa penyetel menjadi panjang secara otomatis.

Bersihkan pelapis sepatu rem menggunakan amplas, bila perlu bersihkan permukaan bagian dalam tromol rem. 

Pasang teromol rem 
Stel celah diantara tromol dan sepatu sebagai berikut:
  1. Ukur diameter bagian dalam menggunakan kaliper (jangka sorong).
  2. Stel kaliper (jangka sorong) dengan ukuran 1 mm lebih kecil dari ukuran drum yang telah diukur. 
  3. Ukur diameter luas sepatu rem. Periksa bahwa sepatu tepat pada posisinya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.
  4. Stel penyetel otomatis sehingga diameter luar sepatu sesuai dengan panjang kaliper yang telah ditentukan sebelum ini.
  5. Pasang tromol rem pada hub poros as. 
Stel celah sepatu rem
Tarik dan bebaskan tuas rem tangan beberapa kali sampai tidak melebihi spesifikasi bunyi “klik” yang telah ditentukan. Dengan demikian celah antara tromol dan sepatu akan terstel dengan sendirinya. 

Tekan pedal rem beberapa kali dan cek hal-hal sebagai berikut:
  1. Periksa bahwa semua tromol pada kedua bagian berputar dengan bebas tanpa suatu gesekan atau tahanan yang terlalu besar.
  2. Perhatikan bahwa jarak cadangan pedal rem harus lebih dari yang telah ditentukan.
Pasang roda dan kencangkan semua mur baik-baik setelah kendaraan diturunkan.  

Posting Komentar

Cara bicara menunjukkan kepribadian, berkomentarlah dengan baik dan sopan…

 
Top